15 agustus 2018 written by djohan darmady

Membuat Bisnis Semakin Berkembang Menurut Djohan Darmady

Bagi setiap pengusaha, kekurangan modal adalah momok yang menakutkan. Walaupun sebenarnya, hal tersebut menjadi bagian dari konsekuensi keberlangsungan dan pengembangan bisnis, baik bagi pengusaha besar maupun pengusaha kecil.

Karena itu, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah bukan terjebak pada perasaan takut yang berlebihan saat menjalankan usaha, melainkan lebih fokus pada antisipasi jika sampai kondisi tersebut terjadi. Lalu, bagaimana solusi untuk menghindari kondisi tersebut yang berpotensi membuat usaha berjalan di tempat?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya memperkuat sisi permodalan. Pemerintah sendiri telah menyiapkan skema perkreditan untuk membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk bisa survive dan menghindari kebangkrutan. Nama dari program Pemerintah tersebut adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Setiap pengusaha yang memenuhi syarat dapat mengakses program KUR. Program ini berfungsi untuk mengurangi beban usaha saat pengusaha menghadapi masalah turunnya kinerja bisnis sehingga terhindar dari kebangkrutan.

Apa itu KUR? Bagaimana syarat dan cara mendapatkannya? Simak ulasannya di bawah ini.

KUR dan Manfaatnya
Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Penyediaan Modal dari Negara via cermati.com

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah skema pembiayaan modal kerja dan investasi yang khusus dipersiapkan Pemerintah untuk bidang usaha UMKM. Besaran kredit yang bisa diajukan hingga Rp500 juta dengan penjaminan dari Pemerintah atau lembaga penjamin yang ditunjuk Pemerintah.

Untuk pelaku usaha bidang kehutanan, pertanian, perikanan, dan industri kecil, jaminan yang diberlakukan bernilai 80% dari plafon kredit. Sementara sektor usaha lainnya, jaminan berkisar 70% dari plafon kredit.

Ada tiga skema KUR yang diberlakukan: KUR Mikro, Ritel, dan Linkage. KUR Mikro merupakan jenis KUR dengan plafon kredit hingga Rp20 juta dengan suku bunga maksimal 22% per tahun. Berbeda dengan KUR Ritel yang batasan plafon kreditnya antara Rp20-500 juta dengan suku bunga maksimal 13% per tahun. Lain dengan KUR Linkage yang besaran plafon kreditnya dari Rp500 juta-2 miliar.

Pada KUR Mikro dan Ritel, lembaga penyalurnya adalah bank yang telah ditunjuk Pemerintah. Sementara KUR Linkage disalurkan melalui lembaga lain, seperti koperasi, BPR, dan lembaga keuangan nonbank.

Bila dikenali dari pengertian dan skema kreditnya, KUR sangat cocok dijadikan sebagai alternatif permodalan bagi pelaku UMKM. Ini karena sifatnya yang memang berbeda dengan jenis kredit lainnya seperti KTA.

Berikut ini adalah manfaat yang ditawarkan KUR.

  • Tujuan KUR secara spesifik dipersiapkan Pemerintah untuk membantu berkembangnya sektor riil, usaha kecil, skala mikro, menengah, dan koperasi. Karenanya, untuk plafon pinjaman Rp25 juta, tak perlu ada jaminan apa-apa.
  • Suku bunga KUR paling kecil 9% per tahun. Ini tentu sangat membantu bagi para pelaku usaha mikro.

Kemudahan dalam mengajukan KUR bukan tanpa syarat. Pemerintah menetapkan jenis usaha yang berhak mendapatkan KUR adalah tipe usaha kecil yang produktif dan layak yang sayangnya dalam beberapa hal sulit memenuhi persyaratan bank.

Lebih spesifiknya dijelaskan di bawah ini.

  • Masuk kategori “usaha produktif” yang kegiatan utama usahanya adalah memproduksi barang atau jasa dengan maksud meningkatkan pendapatan dan memberi nilai tambah bagi pelakunya.
  • Usaha tersebut menjadikan pelaku usaha mendapatkan nilai tambah atau keuntungan di mana dari keuntungan tersebut bisa digunakan untuk membayar tagihan atau utang. Kondisi ini disebut sebagai kriteria “usaha layak”.
  • Sekalipun usaha tersebut telah memberikan manfaat dari sisi penghasilan ataupun nilai tambah untuk pelakunya, bank masih belum bersedia meluluskan pengajuan pinjamannya. Di sinilah KUR berperan dalam membantu usaha ini agar berkembang.

Pemilik usaha yang berminat dengan program KUR penting untuk memahami beberapa hal di atas supaya saat mengajukan KUR bisa lancar prosesnya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: