15 Agustus written by Djohan Darmady

Strategi Integrated Marketing Communication

Menurut Djohan Darmady

Integrated Marketing Communication (IMC) merupakan suatu proses dalam menganalisa, merancang, mengembangkan dan mengevaluasi penyampaian nilai sebuah merek melalui hubungan kolaboratif dengan pelanggan sehingga membentuk suatu ikatan yang kuat. IMC mencakup periklanan, promosi penjualan, event, komunikasi massa, personal selling, pemasaran langsung dan word-of- mouth.

Integrated Marketing Communication berperan dalam merumuskan target komunikasi, nilai yang akan disampaikan, konsistensi dan saling keterkaitannya, alokasi sumberdaya, pemilihan media yang tepat dan saling bersinergi serta mengukur dampaknya terhadap pencapaian tujuan komunikasi pemasaran perusahaan.

Fenomena perkembangan dunia marketing jelas terlihat dengan semakin tersegmentasinya konsumen secara psikografis dan semakin tingginya standar kepuasan konsumen, sehingga mendorong munculnya media-media komunikasi baru yang berupaya menjangkau konsumen secara lebih efektif. Komunikasi marketing bukan lagi sekedar above the line dan below the line, namun juga offline dan on-line.

5 Strategi Integrated Marketing Communication untuk Pemasaran Brand :

  • Iklan

Pada umumnya, iklan telah menjadi kegiatan pemasaran yang tidak asing digunakan oleh berbagai brand. Menurut Kotler dalam buku ‘Dasar-Dasar Pemasaran’ iklan merupakan sebuah kegiatan memberitahukan atau menginformasikan suatu hal, barang, atau jasa melalui media massa, baik online maupun offline secara berbayar. Iklan disampaikan kepada khalayak dengan berbagai macam media, seperti TV, Radio, billboard, internet, dan sebagainya.

  • Public Relation

Tujuan dari adanya kegiatan ini adalah untuk membangun citra yang baik, bukan hanya terhadap produk dari sebuah brand, tetapi juga karakteristik dari brand itu sendiri. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam public relation adalah membangun relasi dengan pers, melakukan publikasi, komunikasi terhadap kegiatan internal perusahaan, dan memberikan konseling terhadap khalayak.

Adapun hal-hal yang menjadi implementasi dari berbagai kegiatan public relation yaitu dengan melakukan kegiatan sponsorship terhadap suatu acara, melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk berperan aktif terhadap sosial sehingga mewujudkan citra perusahaan yang baik, dan sebagainya.

  • Direct Selling

Direct Selling merupakan metode penjualan produk sebuah brand kepada konsumen secara tatap muka di luar lokasi distribusi seperti toko, supermarket, dan lain sebagainya. Artinya, dalam melakukan direct selling sebuah brand harus menugaskan pekerja-pekerjanya untuk mendatangi secara langsung para calon konsumennya. Salah satu contoh bisnis yang menerapkan konsep direct selling adalah Multi Level Marketing (MLM). Dengan menggunakan direct selling, kita dapat menjelaskan lebih detil mengenai produk yang ditawarkan serta membangun hubungan personal yang lebih baik antara khalayak dengan brand.

  • Sales Promotion

Sales promotion adalah strategi penjualan produk dengan menambahkan nilai lebih bagi konsumen, baik itu potongan harga maupun hadiah-hadiah menarik lainnya.

  • Interactive Marketing

Interactive marketing atau proses pemasaran secara interaktif menurut Kotler dan Keller dalam buku ‘Marketing Management’ adalah suatu langkah pemasaran yang memungkinkan adanya keterkaitan yang lebih signifikan antara brand dengan konsumen. Salah satu contoh dari kegiatan interactive marketing adalah Customer Service Center, yang merupakan layanan keluhan, saran, maupun kritik dari konsumen.

Dengan adanya interactive marketing, konsumen dapat mempertanyakan lebih lanjut mengenai produk dari brand hingga memberikan keluhan atas kekurangan sebuah brand. Kegiatan interactive marketing ini umumnya paling sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan jasa seperti jasa pinjaman, jasa internet, dan sebagainya.

Kegiatan IMC di era modern ini telah berkembang dan dapat dilakukan dalam berbagai media baik secara online maupun offline. Langkah-langkah kegiatan dalam IMC juga harus dipadukan secara terintegrasi. Jika sebuah brand hanya melakukan salah satu elemen dari kegiatan IMC, tentunya brand tersebut akan lebih sulit diingat oleh khalayak dibandingkan dengan brand lainnya. Oleh karena itu, kegiatan IMC sangat penting agar proses bauran pemasaran berjalan dengan baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: