Faank ‘Wali’ Menangis di Pemakaman Aa Jimmy

Cianjur – Faank, vokalis band Wali, ikut mengantar jasad Heriyanto alias Argo atau dikenal dengan panggilan Aa Jimmy ke tempat pemakaman umum (TPU) Sirnalaya 1, Kelurahan Sawahgede, Kabupaten Cianjur.

Mengenakan baju koko dan celana panjang hitam lengkap dengan kopiah, Faank terlihat menangis saat membacakan Surat Yasin di tempat Aa Jimmy dimakamkan. Faank bercerita, Aa Jimmy membentuk satu grup bernama Jigo yang akhirnya masuk ke manajemen Wali bersama Ade Jigo eks Band Timlo sudah selama 3 tahun. Dalam waktu dekat Faank menyebut Jigo akan merilis album.

“Saya nggak percaya awalnya, dapat kabar dari Ade (komedian Ade Jigo) katanya Tanjung Lesung, kena tsunami. Saat itu saya kira hanya bercandaan karena dia suka bercanda, saat itu Jigo sedang jadwal ikut gathering di Tanjung Lesung sementara Wali di Gorontalo,” kata Faank kepada detikHOT di rumah duka, RT 03 RW 02, Gang Rambutan, Kelurahan Solokpandan, Kabupaten Cianjur, Senin (24/12/2018).

Faank saat itu langsung mencari informasi tentang tsunami tersebut. Akhirnya dia yakin bencana tersebut menerjang lokasi tempat Jigo manggung.

“Langsung saya koordinasi, saat itu Apoy kan nggak ikut langsung dia meluncur ke Tanjung Lesung. Ade ketemu, si Aa (Jimmy) belum ketemu saat itu, besoknya baru dapat kabar Aa Jimmy meninggal saya masih belum percaya sampai akhirnya dapat foto almarhum dari kang Apoy,” lanjut Faank.

“Ya Allah Ya Rabb, perasaan gimana ya baru kemarin mengobrol sekarang sudah nggak ada. Korbannya juga kan banyak, dari tim Jigo aja ada Aa Jimmy dengan istrinya, dua anaknya belum ditemukan. Kemudian Ade Jigo juga istri dan anak-anaknya selamat terus Road manajer Jigo juga meninggal,” tambahnya.

Faank mengenal sosok Aa Jimmy sebagai pribadi yang ceria dan suka bercanda. 

Foto: Aa Jimmy (Instagram aa Jimmy)

“Dulu kan dia sering ikut Timlo, lalu masuk ke manajemen Wali. Orangnya suka bercanda, nggak pernah ngeluh, bahkan totalitasnya dalam bermusik juga sangat tinggi. Di salah satu video klip Wali ceritanya ada adegan rampak gendang, saya minta bantuan Aa dia datang luangkan waktu buat take setelah itu pulang ke Cianjur,” kata Faank.

“Almarhum juga sosok yang sayang keluarga, kalau video call dengan istrinya bisa sampai berjam-jam, yang lucu kalau dia telepon anaknya yang masih kecil. Kan anaknya itu ngobrolnya masih ‘balelol’, tapi dia ladenin saja. Ternyata karakter dia memang seperti itu, sangat peduli keluarga” tutur Faank. 
(wes/wes)

All Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: