21 agustus 2018 written by djohan darmady

Kartu Kredit untuk Tambahan Modal Bisnis

Menurut Djohan Darmady

Pengertian modal bisnis

Modal bisnis adalah salah satu faktor kunci dalam memulai dan membangun bisnis. Berjalannya bisnis tergantung bagaimana ketersediaan modal anda. Bisnis yang terus berjalan dari waktu ke waktu kelak berpotensi menjadi bisnis besar.

Ada waktu untuk pembisnis mengalami kekurangan modal untuk mencapai target yang mereka buat. Solusi untuk mengatasi kurangnya modal tersebut adalah dengan mengambil  kartu kredit yang disediakan lembaga keuangan yang menyediakan kredit.

Lebih cepat berutang dengan kartu kredit. Hanya menggesekkan kartu, ketika transaksi sudah selesai dilakukan. Nah, bagaimana kalau menutupi kurangnya modal atau cari tambahan modal dengan pakai kartu kredit?

1.Adapun Berapa Besar Dana yang Dibutuhkan?
Hitung Dana yang Dibutuhkan

Karena tambahan modal didapat dari kartu kredit, beberapa hal perlu dipertimbangkan mulai dari besaran dana dan peruntukan dana. Untuk besaran dana yang dipakai, ketahui seberapa besar limit kartu kredit yang anda dimiliki.

Kemudian dana yang dibutuhkan tersebut haruslah digunakan untuk membeli barang-barang yang transaksinya bisa dilakukan dengan kartu kredit. Bisa-bisa saja tarik tunai dari kartu kredit, tapi ada biaya tambahan yang lumayan besar yang harus dibayarkan.

2. Perbandingan Omzet dengan Cicilan yang Dibayar

Estimasikan Besaran Cicilan dengan Omzet Bisnis

Perlu diingat transaksi dengan kartu kredit berarti Anda sedang berutang dengan pemberi kredit. Inilah kenapa pentingnya dilakukan perhitungan dengan mempertimbangkan limit kredit dan omzet (business income).

Bayangkan jika Anda tidak melakukan perhitungan dengan mempertimbangkan kedua hal tersebut. Bisa-bisa Anda tidak mendapat profit sama sekali atau harus menanggung beban utang dengan memakai dana pribadi. Padahal, baiknya cicilan kartu kredit ditanggung dari penghasilan bisnis yang diperoleh.

3. Limit Kartu Kredit

barang-barang yang akan masuk sebagai modal dalam bisnis terbeli, pastikan limit kartu kredit sanggup mencukupinya. Buat perhitungan agar barang-barang yang akan dibeli masuk limit. Anda dapat melakukan perbandingan harga untuk membuat estimasi. Lakukan perbandingan harga secara online lebih dahulu dengan melihat-lihat di beberapa ecommerce.

Kemudian lakukan juga secara offline dengan mengunjungi pusat grosir atau toko-toko. Pastikan pedagang yang dikunjungi menerima transaksi dengan menggunakan kartu kredit. Setelah itu, lakukan perbandingan, manakah yang menjual lebih murah: offline atau online.

4. Melakukan Pembayaran Minimum

Hal yang harus anda pertimbangan karena ini menyangkut kesanggupan dalam membayar cicilan. Sanggup atau tidak membayar cicilan kartu kredit tiap bulan dapat diketahui dengan melihat besaran penghasilan bisnis tiap bulan.

Seandainya, karena suatu sebab, income yang diperoleh tak sesuai yang diharapkan. Anda bisa menggunakan opsi pembayaran minimum sebesar 10-15% dari cicilan yang harus dibayarkan. Perlu diingat sah-sah saja menggunakan opsi bayar minimum asalkan bulan berikutnya buru-buru dilunasi agar cicilan tidak membengkak.

Bagaimana caranya kartu kredit anda tidak limit?

Sudah pernah ada kasus kadang terjadi dan sulit dihindari. Jika tidak menggunakan kartu kredit, mau tak mau kita jadi solusinya. Tinggal melengkapi persyaratan yang diminta lalu melakukan pengajuan, Anda hanya perlu menunggu kabar dari bank.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pada saat yang sama, Anda bisa minta kenaikan limit kartu kredit. Nah, untuk itu, ada beberapa hal yang bisa para pebisnis lakukan.

  • Lakukan estimasi perhitungan 2 bulan sebelum berencana belanja modal bisnis.
  • Kemudian ajukan kenaikan limit kartu kredit dan setelah tahu hasil perhitungan melebihi limit.
  • Seandainya, salah satu pengajuan disetujui lebih dulu, misalnya kenaikan limit, Anda bisa mengajukan pembatalan pengajuan kita.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: