Tanjung Lesung Editor Djohan Darmady

Tanjung Lesung
Lokasi BantenJava Island, Indonesia
Koordinat6.4786 ° S 105.6558 ° E
Panjang pantai15 km
KegiatanOlahraga air, snorkeling, menyelam, memancing

Tanjung Lesung adalah pantai di Pandeglang , Banten , ujung barat Jawa . Berjarak 160 kilometer (99 mil) dari ibu kota Indonesia, Jakarta , dan dapat dicapai dengan mobil atau bus umum dalam waktu sekitar 3-4 jam perjalanan. [Kota ini dikenal sebagai resor pantai dengan pemandangan laut, memiliki garis pantai pasir putih 15 kilometer (9,3 mil) dan juga kehidupan laut di mana pengunjung dapat menikmati snorkeling, menyelam, dan memancing. Daerah ini telah dinyatakan sebagai “warisan budaya” karena lokasinya dekat dengan Taman Nasional Ujung Kulon , Gunung Krakatau dan Pulau Umang .

Tanjung Lesung oleh pemerintah Indonesia sebagai zona ekonomi khusus (KEK) di sektor pariwisata pada 2012 dan dinyatakan siap beroperasi pada 23 Februari 2015.  Pemerintah bekerja sama dengan pengembang swasta PT Banten TDC Jawa Barat (Tourism Development Corporation) dan PT Tanjung Lesung Leisure Industry, anak perusahaan PT Jababeka Tbk . [KEK Tanjung Lesung memang telah ditargetkan oleh pemerintah untuk dapat mencapai satu juta wisatawan dari dalam dan luar negeri pada tahun 2019 sebagai penyelesaian beberapa infrastruktur pendukung.  Ini juga salah satu dari 50 tujuan wisata nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan juga menjadi satu dari 10 kawasan wisata prioritas yang pengembangannya akan dipercepat oleh pemerintah.

Pantai itu terkena dan rusak parah oleh tsunami Selat Sunda 2018 , dengan korban yang signifikan.

Akses transportasi

Pemerintah Indonesia telah secara intensif mengembangkan akses transportasi untuk akses mudah ke tempat ini dengan alasan pengembangan KEK. Pembangunan 83,9 km jalan tol Serang – Panimbang akan terhubung ke jalan tol Jakarta – Merak yang ada , ditargetkan akan selesai pada 2018. Integrasi ini ditargetkan untuk mempercepat waktu perjalanan sehingga hanya akan memakan waktu 2,5 jam dari Jakarta . PT Wijaya Karya Serang Panimbang, sebuah perusahaan milik negara dan sebagai Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), berencana untuk memulai proses pembangunan jalan tol pada kuartal kedua 2017. Based on data of BPJT, this toll road is divided into 3 sections. Section I Serang – Rangkas Bitung 26.5 km, section II Rangkas Bitung – Bojong 33 km, and section III Bojong – Panimbang 24.41 km.[

Pembangunan satu-satunya jalan tol ini terutama menargetkan kenyamanan wisatawan lokal yang bepergian dari Jakarta ke Tanjung Lesung. Dalam rangka memenuhi kenyamanan wisatawan asing juga, pembangunan bandara direncanakan [ selain akses tol. Tanjung Lesung juga sedang diupayakan untuk memiliki pelabuhan wisata sendiri. Fasilitas untuk mendukung persinggahan reguler untuk pelayaran wisata tanpa harus berhenti di pelabuhan Pandeglang telah direncanakan untuk dikembangkan dalam waktu dekat.  Pilihan transportasi lain yang akan dikembangkan adalah transportasi kereta. Jalur ini sudah ada dan sekarang sedang dieksplorasi untuk dihidupkan kembali untuk memudahkan akses ke KEK Tanjung Lesung. [

Akomodasi

Pemerintah Indonesia menargetkan satu juta kunjungan ke KEK Tanjung Lesung. Untuk memenuhi target ini, mereka mengundang PT Jababeka Tbk , bersama dengan beberapa investor lokal dan luar negeri, untuk menyediakan akses transportasi dan fasilitas akomodasi yang sesuai. Akomodasi yang disediakan adalah hotel dan resor.

Lingkungan

Tanjung Lesung sebagai tujuan wisata sebelumnya tidak berkembang selama 20 tahun.  Turisnya tidak banyak sehingga tidak bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Tingkat hunian hotel-hotel di Tanjung Lesung rata-rata hanya 25% sementara untuk bertahan hidup angka itu harus minimal 35% -40%. [Oleh karena itu, sejalan dengan pembangunan jalan tol untuk akses mudah ke lokasi, promosi dan paket wisata ditawarkan. Faktor lain yang membebani perekonomian lokal adalah pendidikan tingkat rendah, terutama di bidang pariwisata, orang-orang di sekitar Tanjung Lesung. Dengan demikian, masalah pendidikan dan infrastruktur menjadi fokus pemberdayaan yang harus dilakukan oleh Banten pemerintah Provinsi. Dua solusi untuk masalah ini adalah membangun sekolah pariwisata dan mengembangkan desa wisata pendukung di luar Tanjung Lesung. Pendidikan dan pelatihan yang lebih baik juga membuka peluang luas bagi penduduk setempat untuk mengisi posisi di dalam dan di sekitar fasilitas Tanjung Lesung. Untuk mencapai hal ini, pemerintah provinsi Banten telah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk membangun sekolah pariwisata dan pengembangan desa wisata untuk sepenuhnya mendukung KEK Tanjung Lesung .

Tanjung Lesung Forest
Tanjunt Lesung Pagi


Pantai Tanjung Lesung


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: