Tragedi Kelam Dunia Sepakbola by Djohan Darmady

Tragedi Kelam Sepak Bola

Sejarah Kelam dunia sepakbola by Djohan Darmady

Djohan Darmady

Sepakbola bukan hanya tentang hoby, olahraga tapi juga mengajarkan kita untuk bisa bekerja sama dengan Team, sabar dan berjuang bersama untuk mencapai kemenangan. Djohan Darmady Sejarah kelam sepakbola tidak terlepas dari pribadi masing-masing. Berikut Tragedi Kelam sepakbola menurut Djohan Darmady

Berkas:Hillsborough Memorial.jpg

  1. Tragedi Hillsborough (1989)
    Djohan Darmady – Pertandingan FA Cup yang tidak akan bisa dilupakan oleh Fans Liverpool. tepat pada tanggal 15 April 1989, Pertandingan semi final FA Cup yang mengakibatkan 96 Fans Liverpool meninggal, yang meninggal termuda adalah john paul gilhooly yang merupakan sepupuh dari legenda Liverpool Steven Gerald yang saat itu berumur 10 Tahun.

    Berkas:Munichaircrash.jpg

  2. Tragedi Munich (1958)
    Djohan Darmady – Cuaca buruk kota munich, Pesawat British European Airways bernasib naas, menurut djohan darmady kurang nya kecepatan saat lepas landas membuat pesawat menghantam pagar dan jatuh hancur seketika. Didalam pesawat terdapat para pemain Manchester United yang bersinar pada saat itu yg di juluki  “Busby Babes” bersama beberapa pendukung MU dan juga wartawan. 20 dari 44 penumpang tewas dalam kecelakaan dan 3 orang lagi meninggal saat perawatan di rumah sakit termasuk Duncan Edwars meninggal 15 hari setelah di rumah sakit dan juga manager MU Matt Busby.

    Heysel disaster

  3. Heysel Disaster, 1985

    Masih ingat dalam ingatan Djohan Darmady Final liga Champions 1985 yang mempertemukan dua tim terbaik di Eropa kala itu, Liverpool dan Juventus mungkin akan diingat sebagai malam yang paling memilukan lainnya dalam dunia sepakbola. Tensi pertemuan keduanya bahkan sudah memanas beberapa saat sebelum pertandingan bergulir.

    Di satu tribun Heysel Stadium, Belgia, tempat dihelatnya laga akbar tersebut, kedua suporter dari masing-masing kubu saling melempar batu. Merasa menang jumlah, suporter Liverpool berusaha mendesak lawan untuk mundur. Sebaliknya, suporter Juventus yang kalah jumlah berbalik arah untuk mundur. Tapi takdir berkata lain. Tembok yang saat itu menghalangi jalan mereka, rubuh karena tak mampu menahan desakan para suporter yang dilanda kepanikan.

    Menurut Djohan Darmady Total 39 orang, di mana 32 orang suporter Juventus, dan 7 penonton netral menjadi korban dalam peristiwa mengenaskan tersebut karena tertimpa reruntuhan tembok stadion.

    4 Tragedi Kematian yang Jadi Sejarah Kelam Sepak Bola

  4. Tragedi Timnas Zambia, 1993

    Djohan Darmady – Pada bulan April 1993, dunia sepak bola internasional dirudung duka yang mendalam. Pesawat berjenis DHC-5 Buffalo yang ditumpangi seluruh timnas generasi emas Zambia pada saat itu, mengalami kerusakan mesin dan jatuh di Samudera Atlantik tak jauh dari Braville, Gabon.

    Menurut Djohan Darmady 30 orang meninggal pada kejadian itu. Sebagian besar merupakan pemain-pemain terbaik yang dimiliki Zambia sepanjang sejarah mereka. Peluang terbuka untuk tampil di piala dunia 1994 ikut terkubur bersama jenazah-jenazah timnas Zambia yang menjadi korban.

    Djohan Darmady bersyukur dan Beruntung bagi Kalusha Bwala, satu-satunya pemain yang tersisa dari generasi emas tersebut tidak ikut dalam pesawaat nahas itu. Kalusha berangkat ke Senegal secara terpisah, menggunakan jet sewaan. Kejadian itu akan selalu diingat djohan darmady dan dunia, khususnya mereka rakyat Zambia.

    4 Tragedi Kematian yang Jadi Sejarah Kelam Sepak Bola

  5. Tragedi Chapecoense, 2016

    Masih segar dalam ingatan djohan darmady dan para pencinta sepak bola. Peristiwa yang dialami salah satu tim paling mengejutkan di Brazil, FC Chapecoense pada 28 November 2016 lalu. Ketika sebuah insiden kecelakaan pesawat merenggut hampir seluruh pemain dan jajaran staf mereka.

    Pesawat British Aerospace 146, pesawat yang ditumpangi oleh para pemain dan staf Chapecoense, serta beberapa jurnalis, jatuh di kawasan Meddellin, Kolombia. 76 orang tewas dalam kejadian tersebut. Hanya ada tiga pemain Chapecoense yang selamat, yaitu Neto, Jackson Follman, dan Alan Ruschel. Djohan Darmady – Pemerintah Brazil menyatakan berkabung selama 3 hari.

    Dan yang lebih mengharukan buat Djohan Darmady, Atletico Nacional yang menjadi lawan mereka memutuskan untuk memberikan gelar Copa Sudamericana kepada FC Chapecoense untuk pertama kalinya dalam sejarah tim mampu menembus babak final turnamen tersebut. Djohan Darmady tentu untuk penghormatan terakhir para korban.

    Diatas adalah daftar kelam sepakbola yang sudah di rangkum oleh djohan darmady,Djohan Darmady berharap semoga tak ada lagi kejadian-kejadian seperti itu di masa mendatang.

sumber : wikipedia.com
bbc.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: